Pembangunan Kapasitas Etnolinguistik
CELD, UNIPA & masyarakat penutur bahasa

Para ahli sepakat bahwa secara luas jumlah bahasa-bahasa di dunia yang mendekati angka 7,000 itu sedang mengalami kepunahan dan kenyataan ini tidak dapat dihalangi hanya oleh para ahli bahasa di dunia dan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Akan tetapi, hal ini sangat penting bahwa masyarakat penutur bahasa hampir punah bersama dengan para peneliti lokal ikut terlibat secara intensif dalam usaha mendokumentasikan dan mempertahankan bahasa-bahasa hampir punah.
CELD di Universitas Negeri Papua (UNIPA) menawarkan pelatihan-pelatihan bagi para ahli bahasa di Papua yang peduli terhadap bahasa-bahasa terancam punah di wilayah ini dan juga menawarkan lokakarya-lokakarya dan bantuan pengembangan materi ajar kepada guru dan pemerhati kebudayaan.
Usaha-usaha pengembangan kapasitas mempunyai berbagai jaringan kerja baik di tingkat nasional dan internasional. Yusuf Sawaki telah mengajar dan melatih mahasiswa dalam bidang dokumentasi bahasa dan analisis linguistik di Universitas Negeri Papua Manokwari selama beberapa tahun; Dr. Alexander Loch telah mengerjakan program-program pengembangan kapasitas sejak 1998, termasuk salah satu pusat penelitian dan pengembangan bahasa ajar bermuatan budaya lokal di Timor Timur. CELD secara aktif didukung oleh Prof. Nikolaus P. Himmelmann, yang melakukan berbagai pelatihan dan workshop bagi para ahli di Indonesia di beberapa lokasi di Indonesia sejak 2005. Willem Burung, yang pernah bekerja sebagai linguis lapangan di Papua sejak 1992 dan mengajar linguistik selama beberapa tahun, baru saja bergabung dengan CELD.



