SELAMAT DATANG
di Center for Endangered Languages Documentation (CELD)
Ada lebih dari 700 bahasa terdapat di Indonesia. Sekitar 246 bahasa dari jumlah tersebut terdapat di Papua. Dari jumlah tersebut, banyak bahasa dan budaya yang pemakaiannya mengalami penurunan drastis. Penutur yang berusia di bawah 20 tahun sudah tidak begitu lancar memakai bahasa mereka secara aktif. Pada generasi mendatang, bahasa-bahasa tersebut, yang juga merupakan suatu bagian penting dari warisan budaya dunia, akan punah.
Tujuan utama dari Center for Endangered Languages Documentation adalah:
- Bekerja dengan masyarakat penutur bahasa di pulau Yapen untuk mendokumentasikan bahasa dan budaya mereka.
- Melatih ahli bahasa lokal dan mahasiswa dengan menggunakan tekhnologi dokumentasi yang mutakhir.
- Membantu guru, pemerintah, seniman dan aktifis untuk mengembangkan dan menggunakan materi multimedia dalam bahasa-bahasa lokal.
- Berkomitmen untuk mendirikan institusi pendokumentasian bahasa yang berkelanjutan di UNIPA Manokwari dan dapat menyediakan data etnolinguistik bagi para peminat di seluruh dunia.
“Punahnya sebuah bahasa mengarah kepada hilangnya bentuk-bentuk warisan budaya yang tak dapat diukur, khususnya warisan yang tak ternilai dari tradisi-tradisi dan ujaran-ujaran lisan dari masyakarat penutur – mulai dari puisi dan cerita legenda sampai ke perumpamaan dan lelucon-lelucon. Punahnya bahasa-bahasa juga akan memberikan kerugian pada “pengetahuan manusia tentang keragaman hayato”, karena bahasa adalah penyalur banyak pengetahuan tentang alam dan jagad raya."
Koïchiro Matsuura
UNESCO Director-General



